Akanikah.com | Ada Hal yang harus di persiapkan sebelum ke jenjang pernikahan

Blog post

 akanikah    13 Mei 2017 16:33    
Ada Hal yang harus di persiapkan sebelum ke jenjang pernikahan

        Fitrah sekaligus gejolak muda tidak terhindarkan lagi, bahasan pra nikah memang selalu ditunggu-tunggu, dan tema pembahasan seperti ini tak lazim  mereka akan salah tingkah dan tak akan lari jauh dari seputar pernikahan. Ada yang menggebu-gebu menyebutkan niatan dan tekad yang menggugah, ada juga yang masih malu-malu namun hati penuh angan-angan dan kenangan pada sosok yang mengagumkan. cie kamu ya ?

Beberapa tips mempersiapkan diri sebelum kejenjang pernikahan

1. Batasi Guyonan menikmati hiidup dengan pacaran berkepanjangan 

Melangkah menuju pernikahan harus diawali dengan menutup semua aktifitas berbau pacaran. Karena pacaran bukanlah persiapan pernikahan sebab, terlalu banyak wakt terbuangyang harusnya masa muda kita persiapkan mengembangkan diri agar mapan diri, hati dan kebutuhan financial saat menikah nantinya.
Allah SWT berfirman
" Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal".(Al-Hujurot 13).

2. Mewacanakan Keinginan menikah kepada Orangtua

Pernikahan adalah pertemuan dua keluarga besar. Bukan dua orang semata.Bahkan banyak yang gagal mengkomunikasikan soal ini dan berujung pada persengketaan saat memutuskan pernikahan, karena melepaskan anaknya melewati hatap pernikahan sama halnya menyerahkan tangungjawab kepada pasangan kita nantinya, maka sebelum melangkah menuju pernikahan adalah mengkomunikasikan kepada orang tua.bukanka, Ridho Allah melalui ridho orangtua.

Banyak alasan para orangtua belum mengijinkan anaknya untuk menikah, bahkan sampai pada tahapan ada yang ‘sakit’ jika anaknya kembali membicarakan tentang pernikahan. Namun diantara sekian alasan itu, barangkali ada beberapa hal yang sering muncul di benak para orang tua tentang pernikahan putra   putrinya.

  1. Merasa Pernikahan itu tidak perlu cepat-cepat, bisa nanti-nanti saja, apalagi bagi yang anaknya laki-laki
  2. Merasa sang anak belum mampu dan mandiri secara ekonomi.
  3. Merasa khawatir dengan pasangan anaknya nanti, apakah sholeh atau tidak , dan sebagainya. Bahkan mungkin sebagian sudah ada yang menyiapkan jodoh bagi anaknya.

Lalu langkah seperti apa yang kita ambil untuk meyakinan Orangtua kita

  1. Tunjukan kalau kita sudah layak untuk menikah dengan membuktikan kemampuan diri dan menunjukan prestasi
  2. Berikan Penjelasan tentang Anjuran Menyegerakan Pernikahan
  3. Yakinkan tentang rizki sudah ada yang ngatur dan tekad kuat untuk mandiri

Dan mari kita siapkan 5 hal tersebut..

a. kesiapan pemikiran

  mencakup (Kematangan visi keislaman, Kematangan visi kepribadian dan Kematangan visi pekerjaan)

b. kesiapan secara psikologis

kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali  masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan.

c.kesiapan fisik

Menikah berarti kita mencetak generasi baru yang akan meneruskan perjuangan umat. Sebelum menikah, ada baiknya kita memeriksakan terlebih dahulu kesiapan fisik kita dalam menjalankan fungsi nantinya sebagai istri yang mampu menciptakan generasi baru bersama suami kita. Permasalahan reproduksi tentunya menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kesiapan fisik sebelum menikah bagi seorang muslimah. Dianjurkan bagi kita untuk melakukan pengobatan jika terdapat permasalahan dari hal tersebut.

d.kesiapan Financial

Bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Walaupun tidak berarti ketika seorang ikhwan ingin menikah maka ia harus menjadi ikhwan yang berkepribadian; ikhwan dengan rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang ikhwan siap menafkahi anak dan istrinya secara rasional, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Bagi wanita Saat menjalankan pernikahan, muslimah dituntut untuk mampu mengikutsertakan diri dalam soal pengurusan material.Kewajiban mencari nafkah adalah hal yang diwajibkan bagi suami, dan sebagai seorang istri, muslimah harus mampu melibatkan diri menjadi pengelola keuangan dari nafka yang dihasilkan suaminya. Di suatu waktu, muslimah juga dapat membantu suaminya untuk mencari nafkah jika memang diperlukan. Banyak-banyaklah menggali ilmu tentang wirausaha dan biasakan diri sedini mungkin untuk dapat berhemat dan cerdas mendahulukan hal-hal yang menjadi prioritas hidup dalam membelanjakan uang.

e. Persiapan Spiritua

Islam telah menjadikan pernikahan sebagai suatu gerbang untuk mempertemukan seorang muslim dan seorang muslimah dan menyatukannya dalam satu ikatan yang halal dan diridhoi. Sebagai muslimah, tentunya kita mengharapkan seseorang yang kelak menjadi imam kita adalah seseorang yang baik dan shalih. Pada dasarnya, Allah telah menciptakan segala sesuatu dan memasangkannya dengan sesuatu yang sama pantasnya.


3. Pilihlah pasangan karena yang utama ialah agamanya, sampaikan bahwa Akhlak dan Agama adalah Prioritas Utama dalam mencari pasangan nantinya

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

" Seorang wanita dinikahi karena empat hal : hartanya, nasab keluarganya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang  baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung"  (HR Bukhori dan Muslim)

4.Jika sudah yakin dengan pilihan,maka lalukan Taaruf dan kemudian mengikat dengan khitbah

hal ini untuk menjaga hubungan ukhuwah antar saudara seiman, dari mulai hal yang sederhana, hingga hal yang sensitif seperti khitbah dan lamaran

Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Seorang mukmin adalah saudara mukmin lainnya. Maka tidak halal bagi seorang mukmin membeli barang telah dibeli saudaranya, dan mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, hingga laki-laki itu meninggalaknnya (HR Muslim).



~Semoga Bermanfaat ~
Ingin membuat hari bahagiamu lebih keren lagi ?
yuk gunakan layakan akanikah.com untuk membuat undangan wedding online keren,mudah, cepat dan gratis

704  Pembaca  |